Kamis, 16 Oktober 2014

THE MEMOIRS OF SHERLOCK HOLMES



Judul: THE MEMOIRS OF SHERLOCK HOLMES
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Jenis: Fiksi
Penerbit: Shira Media
Tebal: 407 Halaman



Buku yang kurang cukup tebal. Cuma ada 11 cerita di sini. Tapi sesuailah sama harganya. Aku paling suka yang Silver Blaze. Bikin aku naksir sama Dr. Watson. Aku pengin jadi asistennya hehehehe. Asisten dari asisten Sherlock Holmes, itu lelucon. Tapi enggak ada yang enggak mungkin di dunia ini. Apalagi di dunia fantasi. Yang aneh-aneh memang tempatnya ya di imajinasi, huhuhu.

Dari awal (Silver Blaze) pembaca sudah dibuat terkagum-kagum dengan akhir penyelesaian Holmes dalam menyelidiki kasus kuda Silver Blaze yang hilang. Kadang aku berpikir, cerita Holmes itu sebenarnya ringan. Tapi jadi berat dengan gaya penulis yang menggambarkannya seakan-akan pembaca ada di dalamnya. Aku berasa kayak jadi asistennya Dr. Watson sungguhan lho. Bagaimana tidak, dari Silver Blaze saja aku sudah bisa menebak jalan pemikiran Watson tentang mengira-ngira apa yang ada di benak Holmes. Dan setelah membacanya sampai selesai, sampai The Final Problem, aku lumayan hafal kebiasaan-kebiasaan Holmes dan Watson. Mereka serasi sekali. Benar-benar persahabatan yang bikin aku iri.

Buat orang yang pengin jadi Penulis kayak aku, buku terjemahan ini juga membantu aku dalam mempelajari EYD dan tanda baca. Tapi cerita Holmes ini dialognya panjang-panjang, kebanyakan analisis sih ya. Lagipula, buku yang lumayan tebal bagiku, yang menghabiskan kurang lebih 6 jam waktukku untuk melahapnya sampai habis. Namun aku cicil, enggak langsung gitu. Mana mungkin 6 jam penuh aku luangkan untuk membaca satu buku, itu pasti melelahkan. Aku kan butuh gerak, maju mundur cantik (Ala Syahrini), hehehehe.

Enggak perlu aku ulangi, buku Holmes ini cocok dibaca sama siapa. Yang pasti setiap orang akan membaca buku yang dia suka. Enggak mungkin aku baca buku yang enggak aku suka. Malas banget. Huhuhu.




Salam sahabat,
Calon Asisten Dr. Watson di dunia fantasi
DNS

MEMBURU DOKUMEN RAHASIA INGGRIS



Judul: MEMBURU DOKUMEN RAHASIA INGGRIS
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Jenis: Fiksi
Penerbit: Narasi (Indonesia)
Tebal: 211 Halaman



Ini buku kumpulan cerita tentang petualangan Sherlock Holmes dalam mengungkap kasus-kasus yang ditanganinya. Ada 4 cerita: Petualangan di Rumah Kosong, Dokumen Rahasia Bruce-Partington, Lima Biji Jeruk Kering dan Salam Terakhir. Pokoknya buat Scorpio kayak aku, buku-buku misteri kayak gini paling suka banget deh. Apalagi aku memang penggemar Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Yang pasti, ini buku terjemahan ya. Paling penasaran sih siapa penerjemah buku-buku Sir Arthur Conan Doyle. Jujur, aku belum tahu sampai sekarang, dan belum pernah berusaha untuk cari tahu juga, hehehehehe. Dari buku kecil yang tidak begitu tebal ini, aku suka warna covernya, hitam. Seakan mistis gitu. Dan paling suka juga sama cerita yang Lima Biji Jeruk Kering. Sempat bisa ketebak gitu alur ceritanya. Meski enggak terlalu paham sama jalan pikiran Holmes. Dia begitu tenang setiap mengatasi kasus apapun. Tapi aku bisalah jadi asistennya Dr. Watson. Secara gitu ya, di Silver Blaze aku satu pemikiran gitu sama dia, huhuhuhu.

Sebenarnya, agak kurang mengerti kenapa buku Holmes ini diberi judul Memburu Dokumen Rahasia Inggris? Dan enggak ada network juga untuk tanya ke penerbitnya, atau malah ke penyuntingnya langsung, hihi.

Enggak banyak komentar deh, enggak bisa cerita panjang lebar juga tentang isi ceritanya. Soalnya ini mengenai jalan pikiran orang masing-masing. Pembaca pasti punya selera, pembaca juga pasti bisa menilai tanpa bisa mengungkapkan perasaannya secara detail. Intinya, cerita-cerita Holmes di buku ini bikin merinding, tegang, senyum-senyum kecil atau sesekali cengar-cengir, terus ada lucunya juga. Ketika Watson sulit menerka apa yang dilakukan Holmes. Sir Arthur Conan Doyle menuliskannya dengan baik. Ya semoga saja penerjemahnya tidak salah, hehe.



Salam sahabat,
Calon asisten Dr. Watson di dunia fantasi
DNS

IBU, DOA YANG HILANG



Judul: IBU, DOA YANG HILANG
Penulis: Bagas Dwi Bawono
Jenis: Fiksi (Kumpulan Cerpen – Berdasarkan Kisah Nyata)
Penerbit: Zettu
Tebal: 233 Halaman



Ini kumcer yang menggugah emosiku. Karya Om Bagas Dwi Bawono. Salut juga sama beliau itu. Seorang suami, ayah tiga anak, Arsitek sekaligus Penulis. Luar Biasa!

Cerpennya yang pernah difilmkan adalah Hasduk Berpola. Film yang sangat menginspiratif, mengharukan, membuat siapa saja yang menontonnya menjadi makin cinta sama tanah air, membangkitkan kembali rasa patriotisme dan nasionalisme kita sebagai anak bangsa. Pokoknya, mantap Om Bagas ini.

Balik ke IBU, DOA YANG HILANG. Kumpulan cerita pendek tentang Om Bagas dan keluarganya, terutama Ibu dan Ayah. Bikin aku tertegun alias sesak menahan tangis, di bagian Ikhlas. Di mana Ibunya Om Bagas mimpi didatangi Suaminya (Ayah Om Bagas). Ayah Om Bagas minta dibacakan surat Al-Ikhlas, aku kira tuh artinya Ayah Om Bagas cuma pengin didoakan saja. Tapi ternyata, Ayah Om Bagas minta Istrinya untuk mengikhlaskan dia yang pergi meninggalkannya ke rumah Gusti. Sedih banget. Aku enggak menyangka ih. Terus Ibunya Om Bagas minta ke Om Bagas untuk ikhlas menerima kepergian Ayahnya. Benar-benar menggugah emosiku, aku yang gengsi buat menangis pas baca drafnya, sampai kuat tahan hingga aku punya bukunya sendiri. Buku buat adikku sih, supaya dia bisa dapat pencerahan gitu tentang bagaimana caranya menghargai dan menghormati orang tua selagi mereka masih ada. Tapi aku sempat membacanya dahulu sampai selesai.

Setiap cerpen diakhiri dengan kata-kata mutiara. Nilai plus buat Om Bagas. Karena menurutku, quote itu penting. Supaya pembaca punya pesan yang dapat dipetik. Biasanya kan cuma bisa dipendam sendiri saja, semacam pemahaman pribadi gitu. Tapi kalau ada quote, itu kayak lebih mudah untuk diingat deh.

Sebagai pembaca, aku lihat gaya penulisan Om Bagas punya ciri khas. Mengalir, santai, enak dibaca, enggak rumit, to the point, dan topik pembicaraannya cukup jleb, hiks.

Buku ini cocok buat siapapun, umur berapapun, karena kita semua pasti punya Ibu. Yang pasti, pas Mamaku baca buku ini, raut mukanya serius lalu semringah gitu. Dan aku enggak berani tanya tanggapannya apa. Khawatir nanti ada percakapan yang mengundang tangis, hehehe. Satu kata berkhasiat yang Mama ucapkan buat Om Bagas atas buku ini, yaitu Terima Kasih.

Tentang cover, jenis kertas, font, layout, selaras deh, keren. Dan baca endorsement di buku ini juga aku cukup terkesima. Bagaimana tidak, ada endorsement dari Mba Kirana Kejora, Opa Ciputra, dll. Memberi kesan bahwa buku ini memang bagus dan layak dibaca semua orang.

Pokoknya, cinta IBU tak terhitung berapa banyak. Seperti nyawa yang begitu berarti.



Salam sahabat,
I LOVE YOU MOM
DNS

Minggu, 05 Oktober 2014

AKU KUAT!



Aku berada dalam sebuah lingkaran
Di mana garis lingkaran itu adalah batasanku
Aku pernah kedatangan titik
Bahkan banyak
Satu per satu hadir
Atau bergiliran
Aku juga pernah benar-benar kosong
Seperti lingkaran utuh saja
Seperti semula

Dan belum pernah aku mendapatkan sebuah titik, titik terberat dalam hidup aku
Mungkin pernah tercoret, lalu hilang begitu saja
Pernah pula tertumpahan air, basah lalu kering, meski berbekas
Tetapi baru sekarang aku akan bilang
Aku tengah menghadapi sebuah titik yang benar-benar membuatku sakit kepala

Apa yang ku lakukan?
Aku pergi tiga hari berturut-turut
Sok menyibukkan diri
Pergi ke sana ke sini
Dari pagi hingga malam
Pergi pagi lagi, pulang malam lagi

Apa yang terjadi?
Aku kecapaian
Lelah
Kurang fit
Kurang pula waktu aku dalam mengerjakan rutinitas bahkan pekerjaan
Tidak seperti biasanya

Aku meminum beberapa obat warung
Hingga ke apotik
Lalu ke dokter tanpa sepengetahuan siapapun
Malah aku berniat untuk mendatangi seorang psikolog
Atau kalau perlu ke psikiater sekalian

Apa yang anda pikirkan?
Sakit jiwa?
Aku gila?
Aneh, nekat atau ada-ada saja?

Bukan

Ketika aku menangis dalam doa kepada Tuhan
Aku juga butuh seseorang untuk menampung tangisku
Menjawab dugaan-dugaan di diriku dengan pernyataan yang membuatku tenang
Yang membuatku lega, bebas dari titik terberat ini

Tuhan selalu menguatkanku
Aku yakin itu
Jangan ditanya lagi

Aku hanya ingin seseorang yang paham dengan kondisiku
Memberi prasangka yang tidak menyudutkanku
Namun menyadarkanku

Keadaan ini aku rasakan sendiri
Entah sampai kapan
Dan seberapa lama aku mampu menahannya
Aku hanya takut
Jika aku menjadi pemberontak pada saatnya
Pada saat titik di lingkaranku membesar
Aku takut kecewa terhebat untuk pertama kalinya

Dan aku lupa kalau aku punya tempat untuk mencurahkan
Embun yang masih mau dianggap sebagai tokoh fiksi buatanku
Embun yang tidak pernah akan aku repotkan
Embun yang tidak pernah tahu apa yang sebenarnya telah menimpaku
Dia hanya boleh tahu kalau aku adalah Jingga
Jingga yang warnanya sedikit pudar sekarang
Yang mencoba untuk menghadapi ini dahulu
Menyembuhkan sendiri kesakitan-kesakitan dalam dirinya

Dan selalu mengatakan pada semua bahwa,
‘Aku kuat!’

6.1.20.8.5.18